Niduparas Erlang Goes To UWRF 2012

Selamat kepada Niduparas Erlang sebagai salah satu penulis muda yang diundang untuk menghadiri Ubud Writers and Readers Festival 2012.

Sayembara Cerpen 2011

Para pemenang, dan panitia sayembara seusai seminar menulis bersama Kurnia Effendi.

Bedah Buku Hikayat Pemanen Ketang

Bedah buku Hikayat Pemanen Kentang, Mugya Syahreza Santosa 2011

Belistra Bergema 2011

Pose anggota Belistra dan kawan-kawan, beserta buku-buku yang dibedah dalam acara Belistra Bergema 2011.

Perjalanan Kebudayaan 2011

Perjalanan Kebudayaan yang merupakan program tahunan Belistra, kali ini menuju Ujung Kulon.

Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

PENGUMUMAN NOMINE DAN CATATAN DEWAN JURI SAYEMBARA CERPEN BELISTRA 2013



CATATAN DEWAN JURI
SAYEMBARA CERPEN BELISTRA 2013


Hal pertama yang membuat Dewan Juri tersintak adalah surat pengantar dari Panitia: “Naskah yang kami terima lebih dari 500 (lima ratus) naskah. Namun, setelah kami jaring, naskah yang diikutsertakan dalam penjurian sebanyak 431 (Empat Ratus Tiga Puluh Satu).” Kami tersintak lantaran gembira, di samping tak memungkiri terbayang kerja keras yang menanti. Apalagi dalam lomba macam ini, Dewan Juri akan berhadapan langsung dengan layar komputer atau laptop, karena naskah tidak diprint atau dicetak. Saat begini rupa, kami teringat sayembara sejenis yang diadakan ketika meja penulis masih diramaikan tak-tik-treeeng mesin ketik, dan tukang pos masih menjadi orang tersibuk di dunia. Pada masa itu, sebuah lomba sastra mesti menggerakkan penulisnya ke kantor pos, membeli perangko dan lain-lain, sehingga naskah yang terkirim diasumsikan lebih “matang”, setidaknya dari sisi teknis, seorang penulis mesti benar-benar paham soal spasi, margin, hvs-folio, dan seterusnya. Disadari atau tidak, proses demikian kadang menjauhkan diri dari sikap instan dan spekulasi, dibanding zaman tekan “send” maka semua beres terkirim.
Menarik mencermati 431 cerpen BELISTRA 2013. Betapa sastra masih ditulis. Sastra masih memberi harapan, setidaknya itulah yang terpancang dengan cergas di mata dewan juri. Sastra sesungguhnya tidak pernah “mengemis” memelihara generasi. Sastra tetap ditulis, diminati, walau jelas tidak menguntungkan secara finansial. Inilah yang membuat kami gembira bersama. Ya, sayembara sastra, khususnya cerita pendek, di kalangan mahasiswa masih terus diminati, bahkan boleh dikatakan meningkat dari tahun ke tahun. Dibanding Sayembara Cerpen Belistra tahun-tahun sebelumnya pun, jumlah cerpen yang ikut bertarung tahun ini naik dua atau tiga kali lipat. Dari sebelumnya hanya berkisar antara 150-225 cerpen, kini 500 cerpen!
Akan tetapi apakah kuantitas berbanding lurus dengan kualitas? Ternyata tidak. Buktinya, setelah membaca layar demi layar, banyak sekali cerpen yang rasanya sudah tak perlu lagi lanjut dibaca. Cerpen yang baik, bagaimanapun tercermin dari paragraf pertama, bahkan kalimat pertama, termasuk juga judulnya. Jika paragraf pertama sudah meringkas plot dan meringkus tokoh seperti anak TK bercerita, bukankah ia tak akan menjanjikan apa-apa? Seringkali pula alur cerita tidak masuk akal. Berbelit-belit. Peserta kurang memahami teknik menuliskan gagasan ke dalam sebuah kalimat. Ending cerita juga jadi aneh dan kelihatan “sangat” dipaksakan. Padahal ada beberapa yang cukup mahir merangkai cerita, namun kedodoran di klimaks. Terasa, banyak sekali cerita dibuat terburu-buru oleh peserta. Mungkin tenggat dari panitia pendek, atau efek “kutukan” kantor pos yang dilupakan, entahlah. Yang paling parah, banyak peserta tidak menguasai teknis penggunaan tanda baca, sehingga menimbulkan “kekacauan” luar biasa di dalam naskah. Jika itu “kekacauan” kreatif, tentu lain cerita. Tapi ini kekacauan teknis. Padahal, untuk menjadi penulis hal teknis ini harus dikuasai (kami pikir perlu soal-soal EYD dibaca kembali). Begitu pula judul, sering dimaknai sebatas “kepala karangan” secara wadag. Padahal judul menyiratkan tema dan persfektif seorang pengarang. Nah, judul yang dibuat peserta sering tidak masuk akal, aneh, dan bombastis. Misalnya, “Persoalan Tranportasi Massal Masyarakat Ibukota: Tinjauan Kependudukan”, sudah jelas pengarangnya tak dapat membedakan ia ikut sayembara esei atau cerpen, bukan? Boleh saja ada kilah bahwa bercerita dengan naif seperti anak TK bisa jadi sebuah gaya sebagaimana dalam seni rupa, dan cerpen dan esei pun bisa diaduk sebagai gaya baru.*

Berdasarkan pengalaman membaca dan berbagai pertimbangan di atas, maka kami memutuskan 20 Nomine Sayembara cerpen Belistra 2013 (sesuai abjad):



1.      Dengkerit dan Orang Lembah Batur karya Irfan M. Nugroho-Universitas Muhammadiyah Purwokerto
2.      Dua Mayat karya Irsyad (Salimun Abenanza)-STT Nuklir Batan Yogyakarta
3.      H i t a m karya Lelita Primadani-Universitas Diponegoro
4.      Kabut Sungai karya Dwi S. Wibowo-Universitas Negeri Yogyakarta
5.      Kematian Istriku karya Wishu Muhamad-Universitas Pendidikan Indonesia
6.      Kembalinya Kapal Dapunta Hyang karya Wendy Fermana-Universitas Sriwijaya
7.      M a l a b a r karya Fatih Muftih-Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang
8.      Mangsen karya Dwi Ratih Ramadhany-Universitas Negeri Malang
9.      Nu-Ra-Ni karya Hendra Purnama-Universitas Terbuka Bogor
10.  Nyala Menyala Nyala karya Dina Amalia Puspa-Universitas Indonesia
11.  Pada Suatu Hari yang Fiksi karya Gatot Zakaria Manta-Politeknik Negeri Semarang
12.  Penyadap Nira karya Ilyas Tanbeg-Universitas Muhammadiyah Makassar
13.  Pohon Keresahan karya Marsten L. Tarigan-
14.  Pohon Sedarah karya Muhammad Qadhafi-Universitas Negeri Yogyakarta
15.  Satu Episode, Recehan si Cacing Jalanan karya Novi Adriyanti-UIN Sunan Gunung Djati Bandung
16.  Sepotong Kelabu Dua Wanita karya Haeruddin-Universitas Swadaya Gunung Jati
17.  Suatu Hari Ada Hujan Bir karya Olwin Aldila Perry-Universitas Udayana
18.  Tanah Terlarang karya Septiana Jaya Mustika-Universitas Gajah Mada
19.  Tongkonan Sunyi karya Ahmad Ijazi H.-Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
20.  Trome L’oeil (Kidung Cinta Mahadewi) karya Sulfiza Ariska-Universitas Terbuka UPBJJ Yogyakarta

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

8 Nopember 2013

Dewan Juri,
Chavchay Syaefullah-Oka Rusmini-Raudal Tanjung Banua

*) Catatan Juri hanya kami tampilkan sebagian.

Catatan:
1.       Kepada para nomine diharapkan menghubungi panitia via sms untuk konfirmasi kekutsertaan pada malam anugerah.
2.       malam anugerah dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Nopember 2013

Sabtu, 25 Mei 2013

PENGUMUMAN NOMINASI LIGA SASTRA BELISTRA 2013

NOMINASI LIGA SASTRA BELISTRA 2013 KATEGORI CERPEN
*diurutkan sesuai abjad
  1. "Aku dan yang Lain" Ayu Uswah Munjiah (41)  FKIP-PGSD
  2. "Dorman" Agus Priyanto (9) FKIP-Diksatrasia
  3. "Kabar yang tak Pernah Terdengar" Firda Rastia (8) FKIP-Diksatrasia
  4. "Kawin Harta" Siti Bagja Muawanah (36) FKIP-Diksatrasia
  5. "Kutemukan Surga dalam Kegelapan Dunia" Agustia Afriyani (37) FKIP-Diksatrasia
  6. "Mom" Siti Nurhasanah (13) FKIP-Pend. Biologi
  7. "Pantat Kuda" Doni Apriyanto (1) FKIP-Pend. B. Inggris
  8. "Pesta yang Melibatkan Tamu yang Tak Datang" Deri Lesmana (39) FKIP-Diksatrasia
  9. "Setelah Kepergian" Nida Amalia (42) FKIP-Diksatrasia
  10. "Srikandi Bermata Jeli" Lusiana Syarifah (35) FKIP-Diksatrasia
Juri: Niduparas Erlang
 
NOMINASI LIGA SASTRA BELISTRA 2013 KATEGORI PUISI
*diurutkan sesuai abjad
  1. "Aku" Siti Nadiroh (4) FKIP-Diksatrasia
  2. "Balada Malam" Tiya Nurpratiwi (38) FKIP-PGSD
  3. "Dan Akhirnya" Abdul Salam (11) FKIP-Diksatrasia
  4. "Di Atas Meja"  Adi Prasatsyo (32) FKIP-Diksatrasia
  5. "Dua Sajak Kehilangan" Ima Fatmania (50) FE-Akuntansi
  6. "Hikayat Nelaian" Asep Syaeful Bahri (16) FKIP-Diksatrasia
  7. "Kasidah Rindu Purba" Egi Mahbubi (15) FKIP-Diksatrasia
  8. "Mei, Delapanbelas" Tria Achiria (46) FKIP-Diksatrasia
  9. "Menjelma Waktu" Taufik Hidayat (44) FKIP-Diksatrasia
  10. "Sebungkus Malam" Yudi Damanhuri (43) FKIP-Diksatrasia 
Juri: Herwan FR.

Selamat bagi para nomine!
Malam Anugerah dan pengumuman Jawara dilaksanakan pada Selasa, 28 Mei 2013 pukul  19.00, di Auditorium Untirta.
Surat undangan dapat diambil pada Senin, 27 Mei 2013 di Sekretariat UKM Belistra.

Minggu, 26 Februari 2012

Peserta Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya, Padang 16-18 Maret 2012 [*Dua dari Belistra*]

ACEH
1. L.K. Ara
2. H. Zulkifli Agib
3. Doel CP Alisah
4. Halim Mubary
5. Muhammad Nasir Age
6. Mahdi Idris

PADANG
7. Rusli Marzuki Saria
8. Syarifuddin Arifin
9. Rhian D’Kincai
10. Roidah
11. Zelfeni Wimra
12. Maya Lestari GF
13. Yetty AKA
14. Armini Arbain
15. Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo
16. Elly Delfia
17. Abdullah Khusairi
18. Maghriza Novita Syahti
19. Alizar Tanjung
20. Yori Kayama
21. Mahatma Muhammad
22. Riza Jhulia Santhika
23. Fitra Yanti Zelfeni
24. Ria Febrina
25. Dedi Supendra
26. Budi Saputra
27. Fadhli Bassya
28. Desri Erniza
29. Yoppy Mairizon
30. Karta Kusumah
31. Elvia Mawarni
32. Edo Vrama Putra
33. Desty Dasril
34. Hakimah Rahmah Sari
35. Siska Oktavia
36. Fatri Ariko
37. Mohammad Al Azhir
38. Rian Harahap
39. Jen Kelana
40. Yuan Acitra
41. Lismomon Nata
42. Khairy Ra’if Thaib
43. Meri Maryati
44. Tiara Mairani
45. Arsil Hamid
46. Riza Alen
47. Yulia Sari
48. Jasril
49. Sherley Yudistiya Utari

BUKITTINGGI
50. Silfia Hanani
51. Arbi Syafri Tanjung
52. Muhammad Arsyad Fuadi
53. Medio Adioska
54. Akhyar Fuadi

AGAM
55. Refdinal Muzan
56. Meri Maryati

PADANGPANJANG
57. Sulaiman Juned
58. Syerli Yenita
59. Kyanti Naurah

SOLOK
60. Rais Rahmat

PASAMAN
61. Kurnia Hadinata

BATUSANGKAR
62. Nofrizal

JAKARTA
63. Ahmadun Yosi Herfanda
64. Prof. Dr. Ir. Hj. Zoer’aini Djamal Irwan, MS
65. Anton Kurnia
66. Atta Verin
67. Saut Poltak Tambunan
68. Lintang Sugianto
69. Bambang Sugianto
70. Iwan Soekri
71. Azwar Sutan Malaka
72. Free Hearty
73. Suryati Syam
74. Risna Saswati
75. Ika Kartika
76. Indrani
77. Soraya
78. Budhi Setyawan
79. Pipiet Senja
80. Sutarno Sk
81. Hendri Teja
82. Nani Tanjung
83. Fitriyanti
84. Bambang Widiyatmoko

JAMBI
85. Fakhrizal Eka, SP (Malam Gerimis)
86. Wiko Antoni
87. Alhendra Dy Dy
88. Asro Al Murthawy
89. Adi Suhara
90. Kaolan SA
91. Alhendra Daulay
92. Alhendra Daulay
93. C.H Yurma

RIAU
94. Kazzaini KS
95. Husnu Abadi
96. Fakhrunnas MA Jabbar
97. Tin Marni
98. M. Rahmadi
99. Surya Hadi (Murdoks)
100. Fajar Marta
101. Tuti Andriyani

KALIMANTAN TIMUR
102. Korrie Layun Rampan
103. Inni Indarpuri
104. Herman Ashari Salam
105. Abdul Rahim Hasibuan
106. Elisason (Elisaputra Lawa)
107. Hamdani
108. Drs. H. Musyahrim, MM
109. Drs. Achmad Adha, M.Si `
110. Theresia Hosanna Sumual, SH, MH
111. Jeffrey Rusman, SE
112. Ita Yohani Rampan, S.Sos, MS.I, MH
113. Mikael Firman, S.H
114. Drs. Muhammad Thobroni
115. Syafril Teha Noer
116. Shantined
117. Yuvenalis Pamung, S.Pd
118. Drs. Ayonius
119. Silas Sinar, BA
120. Silvani
121. R.M. Sunny, S.Pd
122. Hermiyana, S.E
123. Untung Erha
124. Zulhamdani AS
125. Mary Anna
126. Badruddin Nur, S.Ag
127. Herry Trunajaya BS
128. Dra. Atik Sulistyowati
129. Dr. Mugni Baharuddin, SH, S.Pd, MM, MH
130. Amien Wangsitalaya, S.S, MA
131. Johansyah Balham
132. Gita Lydia
132. Novi Sudarman
133. Agus Dwi Utomo
134. Silvanny Putri Sinatra

KALIMANTAN BARAT
135. Wyaz (Wahyudi Abdurrahman Zaenal)

BANTEN
136. Firman Venayaksa [Dosen FKIP Untirta]
137. Tria Achiria [Anggota UKM Belistra FKIP Untirta]
138. Niduparas Erlang [Anggota UKM Belistra FKIP Untirta]

JAWA TENGAH
139. Dimas Indianto S
140. Imam Khanafi

YOGYAKARTA
141. Matroni El-Moezany
142. F. Rizal Alief

LAMPUNG
143. Isbedy Stiawan ZS
144. Arman AZ
145. Yandigsa

MADURA
146. Rusydi Zamzami
147. A’yat Khalili
148. A. Faruqi Munif

LAMONGAN
149. Viddy Ad Daery

DEPOK
150. Dasman Djamaluddin

SEMARANG
151. Heru Mugiarso

SUMATERA SELATAN
152. Afriantoni Al Imrani
153. Buana KS

TUBAN
154. Ahmad Moehdor Al-Farisi
155. Nining Nur Hidayanti

SELONG
156. Fatih Kudus Jaelani

NTB
157. Rifat Khan
158. Yogi’s Memeth

PURWAKARTA
159. Muhammad Nazar

NTT
160. Mario F. Lawi

JAWA BARAT
161. Acep Syahrial
162. Afnaldi Syaiful

BEKASI
163. Ade Riyan Purnama

JEMBER
164. Alif Raung Firdaus

MALAYSIA
165. Prof SN Dato’ Ahmad Kamal Abdullah (Kemala)
166. Prof. Dr. Ir. Wan Abu Bakar
167. Hasimah
168. Prof. Madya Dr. Abdul Halim Ali
169. Prof. Madya Arbak Othman
170. Dr. Victor Pogadaev
171. Dr. Fazilah Husin
172. Dr. Naffi Mat
173. Rosmiaty Shaari
174. Lily Siti Multatuliana
175. Anbakri
176. Ana Suraya
177. Harith Abu Hassan
178. Ilya Kablam
179. Khairi Azuandi
180. Ahmad Nazif
181. Hijasri
182. Syah Nor Iman
183. Che Abdul Rahman Yusof
184. Norhayati Zakaria
185. Umar Uzair
186. Milyana Hj Arshad
187. Zakaria Ariffin
188. Hjh. Morni Hj Hussin
189. Nurdilla Zaini
190. Nadirah Binti Junior
191. Hajah Hasnah Sambas
192. Gabriel Kimjuan
193. Hairul Fadzudeverul Rahmatullah
194. Mohd Khalid Zainol Abidin
195. Ja'afar Haji Hamdan
196. Shamsul Idzam Jamil
197. Ahmad Zaidie Nordin

SINGAPORE (MENUNGGU KONFIRMASI)
198. Muhammad Nadim
199. Fauziah Jalil
200. Hadijah Rahmat
201. Muhammad Nadim

Sumber: http://numeraindonesia.blogspot.com/2012/02/daftar-nama-sementara-peserta-tsn.html

Sabtu, 24 September 2011

SEPATAH KATA DARI PANITIA

kami selaku segenap panitia sayembara menulis cerpen tingkat nasional dan belistra award mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta yang telah mengirimkan karyanya...
sukses buat seluruh peserta...dan mari kita tunggu hasil penjurian juri...

*pengumuman pemenang akan diumumkan di awal bulan November; dan
*penyerahan anugerah bagi seluruh jawara diserahkan pada tanggal 21 November 2011 pada acara senja anugerah.

Kamis, 19 Agustus 2010

PENGUMUMAN PEMENANG (JAWARA DAN NOMINIE)

SAYEMBARA MENULIS ESAI TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA 2010
(UKM Belistra FKIP Untirta)


Setelah dilakukan proses seleksi yang cukup ketat oleh panitia dan dewan juri terhadap 104 naskah peserta yang mengikuti sayembara menulis esai ini, serta melewati perdebatan yang lumayan panjang karena masing-masing juri memiliki kandidat yang berbeda, maka dengan segala pertimbangan dari dewan juri, panitia Sayembara Menulis Esai Tingkat Mahasiswa se-Indonesia 2010, memutuskan esai yang menjadi pemenang (Jawara dan Nominie) sebagai berikut:

Para Jawara:
Jawara I
: Mahasiswa dalam Perspektif Kearifan Lokal Masyarakat Sunda; karya Suguh Kurniawan, dari Universitas Widyatama Bandung, Jawa Barat.

Jawara II : Konsepsi Hak Asasi Berbudaya: Peretas Problematika Hak Asasi Manusia; karya Angga Aryo Wiwaha, dari STAIN Puwokerto, Jawa Tengah.

Jawara III : Internalisasi Ideologi dan Kompetensi Mahasiswa sebagai Human Rights Defender yang Lebih Bermartabat Sesuai Amanat Pembangunan; karya Muh. Ikhsan Hariadi, dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Nominie:
1. Islam, HAM, dan Mahasiswa; Reposisi Mahasiswa sebagai Human Rights Defender; karya Khafif Amrizal, dari IAIN Walisongo, Semarang.

2. Kontribusi, Bukan Sekedar Prestasi; karya Ahmad Rifa’I Rif’an, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

3. Aksesibilitas Penyandang Cacat Terhadap Pendidikan Tinggi: Sebuah Isu HAM di Lingkungan Kampus yang Terlupakan; karya Joan Radina Setiawan, dari Universitas Indonesia, Jakarta.

4. Demo Mahasiswa: Perjuangan atau Pelanggaran Hak Asasi Manusia; karya Loni Hendri, dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

5. Berawal dari Halaman Rumah Sendiri, Berakhir dengan Seluruh Dunia di Bawah Rangkulan; karya Citra Nandini, dari Universitas Indonesia, Jakarta.

6. Membela HAM di Atas Rel Community Development; karya Bintang Bergas Cendikia, dari Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat.

7. Jalan Mahasiswa: Bersuara, Bergerak, dan Berjuang; karya Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

8. Balada Persenjataan Satpol PP Mengatasi Aksi Vandalisme Mahasiswa Demonstran: Upaya Pendekatan Persuasif Dan Humanis Penyelesaian Konflik Demokrasi Terkait Hak Asazi Manusia, karya I Gede Candra Kardana Noprasetyo, dari Universitas Udayana, Bali.

9. Pembela Kecil yang Berarti Besar; karya M. Majid Al-Hakim, dari Universitas Nusantara PGRI, Kediri.

10. Ketika Hak Supir Angkot Terpenuhi, Hak Hajat Hidup Orang Banyak Pun Dapat Terwujud; karya Cut Irna Setiawati, dari Institut Manajemen Telkom Bandung, Jawa Barat.

11. Belajar dari Idealisme Soe Hok Gie; karya Ananda Putri Permatasari, dari Universitas Indonesia, Jakarta.

12. Gerakan Mahasiswa Pembela HAM, Tunjukkan Kembali Taringmu Seperti di Gerakan 1998; karya Yudha Duta Utama, dari Universitas Diponegoro, Semarang.

13. Modal Sosial Gerakan Mahasiswa: Mendayagunakan Modal Sosial untuk Memulihkan Citra Positif Gerakan Mahasiswa sebagai Pembela HAM; karya Silvester Valentine, dari STMIK MKROSKIL, Medan.

14. Locke: Triple C, Sebuah Pemaknaan untuk ‘Green’ HAM; karya Noor Aspasia, dari Institut Pertanian Bogor.

15. Pergerakkan Mahasiswa Demi Perbaikan Bangsa; karya Fadhli Dzil Ikram, dari Universitas Brawijaya, Malang

Keputusan di atas bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Selanjutnya, para pemenang diminta mengirimkan biodata (lengkap dengan alamat kampusnya masing-masing) ke: ukmbelistra.fkip@yahoo.com, untuk diundang dalam kegiatan Diskusi dan Serah Terima Penghargaan pada tanggal 25-26 September 2010, di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang-Banten, Jl. Raya Jakarta KM. 04, Pakupatan Serang.
Selamat kepada Para Jawara dan Nominie!

Dewan Juri:
Iwan Gunadi
Arip Senjaya
Niduparas Erlang (perwakilan panitia)

Senin, 26 Juli 2010

Penerimaan Naskah Sayembara Esai 2010 Telah Ditutup

Salam kemanusiaan...

Siang ini, cuaca di seputar kampus Untirta Serang nampak cerah, setelah beberapa hari belakangan diguyur hujan. Kecerahan ini sepertinya layak untuk kami rayakan, karena setelah hampir tiga bulan, panitia Sayembara Menulis Esai Mahasiswa se-Indonesia 2010, menyosialisasikan kegiatan tersebut (terhitung mulai tanggal 1 Mei 2010.

Kiranya, di sini kami perlu mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan di seluruh perguruan tinggi atas partisipasinya yang telah mengirimkan karyanya untuk menyemakkan kegiatan ini. Dan semoga kegiatan serupa ini selain menjadi ajang kompetisi juga sekaligus menjadi ajang pertalian persaudaraan di antara kita, mahasiswa-mahasiswa terbaik negeri ini.

Hingga detik-detik terakhir penerimaan naskah dari para peserta Sayembara Esai 2010, dengan bangga kami mengumumkan bahwa Panitia Sayembara Esai 2010 telah menerima lebih dari seratus karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Indonesia. Yang cukup menarik adalah bahwa sayembara menulis yang temanya telah ditentukan oleh panitia ini, ternyata diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Dan atas keberhasilan ini, kiranya kami perlu mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan bloger yang turut menyosialisasikan kegiatan tersebut.

Akhirnya, kami dari Panitia Sayembara Menulis Esai Tingkat Mahasiswa se-Indonesia 2010, dengan resmi menutup penerimaan karya peserta sayembara pada tanggal 25 Juli 2010, pukul 00.00 (tadi malam). Sesuai dengan agenda kegiatan, pemenang akan diumumkan via email seluruh peserta, dan dapat dilihat di blog: http://www.ukmbelistra.blogspot.com dan atau http://www.belistra.co.cc. pada minggu kedua bulan Agustus 2010.

Catatan: apabila terjadi keterlambatan pengumaman pemenang, karena hal-hal teknis saat penjurian, akan kami umumkan di blog ini).

salam hangat, dan terima kasih.
Panitia Sayembara Esai 2010

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites