Niduparas Erlang Goes To UWRF 2012

Selamat kepada Niduparas Erlang sebagai salah satu penulis muda yang diundang untuk menghadiri Ubud Writers and Readers Festival 2012.

Sayembara Cerpen 2011

Para pemenang, dan panitia sayembara seusai seminar menulis bersama Kurnia Effendi.

Bedah Buku Hikayat Pemanen Ketang

Bedah buku Hikayat Pemanen Kentang, Mugya Syahreza Santosa 2011

Belistra Bergema 2011

Pose anggota Belistra dan kawan-kawan, beserta buku-buku yang dibedah dalam acara Belistra Bergema 2011.

Perjalanan Kebudayaan 2011

Perjalanan Kebudayaan yang merupakan program tahunan Belistra, kali ini menuju Ujung Kulon.

Selasa, 09 Oktober 2012

Pengumuman Nomine Sayembara Menulis Cerpen UKM Belistra FKIP Untirta 2012

* Catatan Dewan Juri

Kami menerima 220 cerpen. Sebagian besar cerpen tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Bahasa Indonesia sebagai media penulisan sastra belum sepenuhnya didayagunakan. Di sana-sini masih kami temukan kesalahan penulisan ejaan, pemilihan kata, logika kalimat, hingga struktur kalimat yang kendor dan berbelit-belit. Masalah ini tentu saja masalah yang bisa diatasi oleh mereka yang telah paham tata bahasa, dan lebih dari itu, mereka yang percaya bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi media terbaik untuk penulisan sastra.
Tetapi itu barulah separuh kebenaran. Separuhnya lagi adalah keterampilan menulis sastra itu sendiri. Keterampilan ini mungkin dipengaruhi oleh bakat, tetapi kami lebih yakin lagi bahwa semua ini dipengaruhi oleh disiplin membaca dan kemampuan memperluas wawasan kesusastraan. Tentu saja Indonesia adalah sumber yang melimpah untuk penulisan sastra, sebagaimana negeri-negeri lain yang tak kalah menggoda. Tetapi itu hanya berguna bagi mereka yang benar-benar paham dan mengetahui bagaimana mengolah kekayaan sumber daya itu.
Kedua keterampilan ini pada akhirnya mesti dikuasai oleh para penulis sastra kita. Sebab jika tidak, mereka hanya akan mengandalkan bakat alam yang pada akhirnya akan aus dan habis karena dieksploitasi terus-menerus tanpa mencari cadangan pengetahuan atau wawasan di luar dirinya. Memang, kami rasakan betapa kuatnya hasrat untuk mengandalkan bakat alam semata. Tindakan ini sama dengan mengambil begitu saja bahan cerita dari sumber ciptaan tanpa melakukan pencanggihan atau mengerjakan keterampilan untuk bahan tersebut.
Banyak kami jumpai, misalnya, penulis yang mencoba menulis cerita horor dan melodrama dari kehidupan kita sehari-hari. Tetapi mereka kerap kali tidak bisa mengontrol bentuk yang sudah mereka pilih, sehingga bentuk itu berkembang tanpa kendali dan menjadikan cerita yang jauh dari harapan. Jika tokohnya tidak realistis, lantaran hanya menjadi corong si pengarang, pasti dunia rekaan itu dijejali dengan aneka keajaiban peristiwa tanpa mampu mendudukan keajaiban itu pada tempat yang wajar.
Banyak pula cerpen yang mengambil latar dan tokoh yang unik. Misalnya,  ada tokoh yang bertenaga kinestetik dan mengidap skizofernia. Sementara di cerpen lain ada kyai yang bertemu Nabi Khidir, di samping tokoh yang berupa dinding dan api. Yang sureal dan absurd  memang banyak digarap dalam lomba ini. Seakan-akan si pengarang percaya bahwa Indonesia adalah lahan subur surealisme dan absurditas, yang berbeda dari jenis yang digarap para pengarang di Eropa pada dasawarsa awal abad ke-20. Sayangnya, keganjilan atau keajaiban yang sudah dipilih ini tidak dirawat dengan telaten, dengan kepiawaian yang membuat pembaca menerimanya. Cacat-cacat pengisahan ini akhirnya membuat cerita tersebut “batal demi hukum” dan hanya jatuh pada keanehan dan keganjilan yang dibuat-buat.
Sebagian besar cerita juga masih berupa kerangka cerita yang lebih panjang. Sang pengarang hanya memadatkan struktur yang mestinya bisa diurai lebih luas dan panjang lagi demi mendapatkan cerita yang rinci dan masuk akal. Di sana-sini banyak plot yang renggang dengan kisah yang terjebak pada stereotipe dan kisah romansa remaja.
Kelemahan-kelemahan ini bisa diatasi dan kami berharap masih ada peluang untuk memperbaikinya. Tetapi, bukanlah tugas perlombaan ini untuk memperbaiki mereka. Mungkin perbaikan ini bisa dilakukan pada sebuah lokakarya atau workshop dalam jangka waktu tertentu. Sebab sejatinya, sebuah perlombaan hanya menerima karya yang sudah dianggap selesai dan penjurian bukanlah forum untuk membereskan ketidaksempurnaan sebuah karya. Yang bisa dilakukan oleh proses penjurian adalah memberikan catatan kritis atas hasil karya yang masuk, dengan harapan catatan itu menjadi bahan pertimbangan si pengarang. Tetapi itu tidak wajib hukumnya, semuanya kembali kepada si pengarang: Apakah ia akan menjadikan catatan penjurian sebagai cermin yang merefleksikan keterampilannya dalam menulis sastra ataukah itu hanya sebentuk seruan tukang obat pinggir jalan.
Di antara banyaknya masalah yang merundung penulisan cerpen peserta lomba, kami menemukan satu-dua penulis yang cukup berbakat. Memang bahasa Indonesia yang mereka gunakan belumlah sempurna, tetapi tampak dari cerita itu potensi yang besar, yang jika dengan ketekukan akan terlihat hasilnya di masa datang. Kami juga menemukan cerpen-cerpen yang cukup kuat untuk menjadi cerita dan bisa membetahkan kami dalam menjuri mereka. *)
Dengan berbagai pertimbangan di atas, kami akhirnya mengambil keputusan sebagai berikut (urutan sesuai abjad):
1.      A’yat Khalili Nemorkara” (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Madura)
2.      Ai El Afif  ♦ “Masappa Tappa” (Universitas Muhammadiyah Malang)
3.      Ari Mami ♦ Manusia Sayap ke-222(UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
4.      Ashari Ratnasari Waktu untuk Menerima” (Universitas Airlangga Surabaya)
5.      Gilang Satria Perdana Khafilah Kanaan” (Universitas Indonesia Depok)
6.      Hana Eka Ferayyana Senja yang Terluka” (Universitas Diponegoro Semarang)
7.      Ilham Mahendra Balonku Ada Lima” (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)
8.      Ismailia Jenie Barongsai” (Universitas Padjadjaran Bandung)
9.      Larno Panggil Aku Gemblak” (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)
10.  Lelita Primadani The Owl Promise” (Universitas Diponegoro Semarang)
11.  Mawaidi D Mas Angin Kematian” (Universitas Negeri Yogyakarta)
12.  Mirani Dyah Claresti Pada Pinggang Bajumu” (Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)
13.  Nafi Nayka Bon Blangtelon” (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)
14.  Nurul Maria Sisilia Kucing-kucing dalam Karung” (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)
15.  Rahmadyah Kusuma Putri Beli Mimpi”  (Universitas Negeri Medan)
16.  Royyan Juliani Perjamuan Sunyi” (Universitas Negeri Malang)
17.  Salimun Abenanza Seikat Benang” (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta)
18.  Septantya Chandra Pamungkas Denting yang Meninggalkan Gelas-gelas Sirup pada Suatu Malam ketika Mereka Terbunuh” (Universitas Brawijaya Malang)
19.  Sulfiza Ariska "Sarkovagus(Universitas Terbuka, Yogyakarta)
20.  Teguh Afandi Dari Tenggara Juana” (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)

Ditetapkan di Jakarta, 09 Oktober 2012

Dewan Juri

Nenden Lilis Aisyah
Raudal Tanjung Banua
Zen Hae

*) Keterangan: Catatan dewan juri ini tidak kami (panitia) tayangkan secara utuh. Untuk informasi pengumuman pemenang, 20 nomine akan dihubungi langsung oleh panitia baik lewat e-mail maupun telepon.

Selasa, 04 September 2012

Daftar Nama Peserta Sayembara Cerpen UKM Belistra FKIP Untirta Tk. Mahasiswa se-Indonesia 2012

Salam literasi dan budaya.

Selamat pagi, sahabat. Berikut ini kami bewarakan, nama-nama dan asal universitas peserta Sayembara Cerpen UKM Belistra FKIP Untirta Tk. Mahasiswa se-Indonesia. Silakan di cek, dan segera konfirmasi apabila tampak tanda di nama sahabat, dan terjadi kesalahan penulisan dari pihak kami.


1. Rana Syakirah Rahmani (Universitas Padjadjaran)

2. Ummul Khoiriyah (Universitas Negeri Surabaya)

3. Dzakwan Ali (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

4. Gilang Ramdani (Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), Jatinangor)

5. DP Anggi (Universitas Riau)

6. Tiandii Langit RAra (STMIK Insan Pembangunan)

7. Hardian Rayya (STBA Technocrat Tangerang Banten)

8. Erna Ervianti (Universitas Nedgeri Makassar)

9. Ridwan Maulana (Universitas Padjadjaran)

10. Harsyafi’i (Universitas Negeri Medan)

11. Mawaidi D. Mas (Universitas Negeri Yogyakarta)

12. Shohifur Ridho Ilahi (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

13. Debi Ayu Lestari (STKIP PGRI Sumbar, Gunung Pangilun, Padang)

14. Irawan Kartosentono (?)

15. Siti Nur Halimah Ts. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

16. Siti Nadziroh (STAIN Tulungagung)

17. Diogi Putra Befa (Universitas Bengkulu Ekonomi/Jur. Manajemen)

18. Muhammad Qadhafi (Universitas Negeri Yogyakarta)

19. Mega Fitriyani (Universitas Gadjah Mada)

20. Fardilla Ayu Larasati (Institut Pertanian Bogor)

21. Ilham Mahendra (Universitas Pendidikan Indonesia)

22. Ismailia Jenie (Universitas Padjadjaran Bandung)

23. Gufron (IAIN Sultan Maulana Hassanudin Banten)

24. Rahmadyah Kusuma Putri (Universitas Negeri Medan)

25. Ayu Wulandari (Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

26. Cahyadi Willy (Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)

27. Malia Fransinca (IAIN Sunan Ampel Surabaya)

28. Fandrik Ahmad (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika))

29. Milaika Rizki (Lulusan Universitas Padjajaran Bandung; Diskualifikasi)

30. Nafi Nayka (Universitas Gadjah Mada)

31. Kiki Cahya Muslimah (IAIN Sunan Ampel)

32. Firda Pebriyani (Universitas Pakuan Bogor)

33. Muhammad Ridwan (Univeritas Negeri Jakarta)

34. Agung Zhou-lee/ Agung Yuli Teguh Hermanto (Universitas PGRI Ronggolawe Tuban)

35. M.Y. Ruqash (?)

36. Valin Huba (Universitas Negeri Medan)

37. Nopionna Dwi Andari (Institut Pertanian Bogor)

38. Khafid Mardiyansyah (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

39. Angger Minerva (STMIK Insan Pembangunan)

40. Tyfah Annur (Institute Ilmu Al-Quran Jakarta)

41. Atika Octavia Harefa (Universitas Bakrie)

42. Wisnu A. Widodo (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

43. Siti Zulaikha (Universitas Brawijaya)

44. Hanny Chaerunnisa Nugraha (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

45. Bayu Rizky Pratama (UNNES SUTERA KONSERVASI)

46. Stacia Pektra (Universitas Multimedia Nusantara)

47. Gloria Marcella Morgen Wiria (Universitan Katolik Parahyangan)

48. Teguh Afandi (Universitas Gadjah Mada)

49. Ayu Wahyuni (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

50. Septantya Chandra Pamungkas (Universitas Brawijaya Malang)

51. Anita Nur Musyarifah (Universitas Esa Unggul)

52. Rio Rinaldi (Universitas Negeri Padang)

53. Oktaviana Kale (President University)

54. Gusti Aisyah Putri (Universitas Negeri Malang)

55. Ending Ruswinarsih (Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya)

56. Oviliani Wijayanti (Universitas Indonesia)

57. Jane Rea (Politeknik Tonggak Equator Pontianak)

58. Faisol (STAIN Pontianak)

59. Dha’I Heliantika (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

60. Annisa Novitarani (STIM Budi Bakti)

61. Asep Fauzi Sastra (STKIP Paris Barantai Kotabaru Kalimantan Selatan)

62. Azwar Rizky Syafrudin (Universitas Negeri Yogyakarta)

63. Ias Azhari Rezkyarno Tirtana (Institut Teknologi Bogor)

64. Retno Wihyanti (UNES)

65. Habibah (Universitas Hasanudin Makasar)

66. Asmi Normawijaya (Universitas Negeri Jakarta)

67. Dodi Prananda (Universitas Indonesia)

68. Siti Rohmah (IAIN Walisongo Semarang)

69. Malida Perwitasari (STIE Kasih Bangsa)

70. Nurhalifah (Politeknik Negeri Batam)

71. Ari Muharif Mulyadi (Universitas Gunadarma)

72. Nafilah (Universitas Negeri Yogyakarta)

73. Sunarwan, Sulaiman (UIN Alauddin Makassar)

74. Novella Putri Iriani (ITS Surabaya)

75. Aries Ermawati (STAIN Purwokerto)

76. Gilang Satria Perdana (Universitas Indonesia)

77. Aloysia Berlindis Lasar (Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

78. Mikyal Fatonah (Universitas Mataram)

79. Monica (Universitas Ma Chung Malang)

80. Ayunda Azalia Zahra (STAIN Ponorogo)

81. Aji Munawar Rizkiyansyah (UNPAD)

82. Ria Mei Christiana Saragih (Universitas Negeri Medan)

83. Trisatya M. Bakara (Universitas Gadjah Mada)

84. Liez EL_Hasan (UNTIRTA)

85. Wahyu Ningsih (Universitas Diponegoro)

86. Suhendra (UNTIRTA)

87. Silvester valentine (STMIK MIKROSKIL)

88. Anton Nugraha (Universitas Pasundan Bandung)

89. Wandi Riswandi (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

90. Ika Pratiwi (Universitas Sriwijaya)

91. Mifta Resti Khoiriah (UNNES PGSD UPP Tegal)

92. Aini Nur Latifah (?)

93. Ike Novotasari (Universitas Brawijaya)

94. Muh. Husen Arifin (UIN Maliki Malang)

95. Ratna Wahyuningrum (Politeknik Negeri Malang)

96. Nurul Maria Sisilia (FPBS UPI)

97. Muhammad Jalalludin (UHAMKA)

98. Dinella Ratna Kusuma (UNTIRTA)

99. Amran Halim (Universitas Pendidikan Indonesia)

100. Uthera Kalimaya (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

101. Arinda Risai Kamal (Universitas Siliwangi)

102. Dhianita Kusuma Pertiwi (Universitas Negeri Malang)

103. Fahrul Khakim (Universuitas Negeri Malang)

104. Ari Mami (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

105. Hendry Sanjaya (Universitas Negeri Malang)

106. Ai El Afif (Universitas Muhammadiyah Malang)

107. Faizah Maryam Sidiqqah (Universitas Indonesia)

108. Budi Saputra (STKIP PGRI Sumatra Barat)

109. Helen Marta Sari (Universitas Sanata Dharma)

110. Hendra Saputra (IAIN Walisongo Semarang)

111. Arief Eko Priyo Atmojo (UNS)

112. Ahmad Moehdor al-Farisi (Universitas Ronggolawe Tuban)

113. Zaenal Abidin El-Jambey At-Tubany (IAIN Sunan Ampel)

114. M. Zainal Abidin (Universitas Mataram)

115. Ahmad Khairudin

116. Noor Salim Hs (LIPIA Jakarta, Cabang Universitas Jami’atul Imam Muhammad bin Su’ud, Saudi Arabia)

117. Kusnanta Riwus Ginanjar (Institut Seni Indonesia Surakarta)

118. Helmi Anwar (STKIP Cokroaminoto Pinrang)

119. Tiffani Fitria (Universitas Islam Indonesia)

120. Surya Pratama Putra (IM TELKOM)

121. Erna Yunita Sari (Universitas Jember)

122. Lia Fatmawati (Akademi Kebidanan PEMKAB Kudus)

123. Fina Lanahdiana (UNDIP Semarang)

124. Utiyah (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

125. Melati Dwi A.S (Universitas Negeri Lampung)

126. Dien Wijayatiningrum (Universitas Pendidikan Indonesia)

127. Ari Budi Purnomo (STKIP Muhammadiyah pringsewu Lampung)

128. A’yat Khalili (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah(INSTIKA)

129. Brigita Padhangsih Jati (Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

130. Siti Salasiah (STKIP Paris Barantai Kotabaru)

131. G. Ajeng Cahyaning Puspitajati (Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

132. Dini Permata Sari (Universitas Negeri Yogyakarta)

133. Dahlia (Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)

134. Ahmad Wakid (?)

135. Mirani Dyah Claresti (Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)

136. Larno (Universitas Gadjah Mada)

137. Anugerah Reskita Emisura (Institut Teknologi Bandung)

138. Muhamad Nurfadli (IAIN Walisongo Semarang)

139. Saktyaksa Restu Baskara (Universitas Widya Mataram Yogyakarta)

140. Setia Naka Andrian (IKIP PGRI Semarang)

141. Pepsi Yuwindra (STAIN Tulungagung)

142. Ahmad Ijazi H (UIN Sultan Syarif Kaim Pekanbaru Riau)

143. Roma DP (Politeknik Madiun)

144. Messya Permata Sarie Putrie Supriatna (Institut Pertanian Bogor)

145. Abdullah (STAIN Kudus)

146. Budi Akbar Pratomo (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dan Agrobisnin Perkebunan (STIPAP))

147. Marsten Lihardo Tarigan (Universitas Pendidikan Indonesia)

148. Irka Maharani (Poltekkes Kemenkes Malang Prodi DIII Keperawatan Blitar)

149. Royyan Juliani (Universitas Negeri Malang)

150. Intan Tri Annisa (Universitas Negeri Bengkulu)

151. Prasa (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

152. Pretty AW (Institut Manajemen Telkom Bandung)

153. Santi Almufaroh (IKIP PGRI Semarang)

154. Hikmawan Nurdiasyah (Universitas Negeri Jakarta)

155. Utomo Priambodo (Institut Teknologo Bandung)

156. Na Lesmana (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

157. M. Badru Tamamudin (Universitas Padjadjaran)

158. Geo Septianela (Universitas Al- Azhar Indonesia)

159. Dasuki Kiyosaki (BSI Tangerang)

160. Farahu Az Zahra (Akademi Teknologi Industri Padang)

161. Resy Alifiyanti S. (Universitas Airlangga Surabaya)

162. Zakiya Sabdosih (Universitas Brawijaya)

163. Gulmania Nagiri (Uiversitas Sultan Ageng Tirtayasa)

164. SaktyaksaRestu Baskara (Universitas Widya Mataram Yogyakarta)

165. Paristianika (Universitas Lampung)

166. Resi Imam Bargowi (Uiversitas Negeri Yogyakarta)

167. Reni Nurhasanah (Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya)

168. Alvia Yunita H. E. (Politeknik Pratama Mulia Surakarta)

169. Suherman (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

170. Sulfiza Ariska (Universitas Terbuka, Yogyakarta)

171. Sekar Ayu Pawestri (Universitas Gadjah Mada)

172. K. M. Dimas Alphiano (Universitas Sriwijaya)

173. Riska Fitriani (Universitas Indonesia)

174. Aulia Rizqi Nurdiana (Universitas Negeri Jember)

175. Nur Aini Dwi Wulandari (UNNES SUTERA KONSERVASI)

176. Sinarwati (UNHAS)

177. M. Haris Suhud (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)

178. Eko Triono (UNY)

179. Salimun Abenanza (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta)

180. Fatihatu Rizqiy (Universitas Brawijaya)

181. Mahesa Gemilang (IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)

182. Widyanti Octoriani (Institut Pertania Bogor)

183. Adnin Mustika Hayatun Nufus (Universitas Indonesia)

184. Monica Lucky Karlina (Universitas Gadjah Mada)

185. Hana Eka Ferayyana (Universitas Diponegoro Semarang)

186. Siti Nur Azizah (STAIN Purwokerto)

187. Wurry Aprianty (UIN SH Jakarta)

188. W. N. Rahman (Universitas Airlangga, Surabaya)

189. Dede Nurmaya (UNTIRTA)

190. Ade Ayu Wulan Suci (Universitas Udayana, Bali)

191. Ida Royani (PTS UNISKA Kediri)

192. Maulani Rachmaning Putri (Universitas Airlangga Akuntansi)

193. Edu Badrus Saleh (INSTIKA Sumenep)

194. Hawa Ratna Dewi (Universitas Airlangga, Surabaya)

195. Habsari (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

196. Umi Kurnia (Universitas Sriwijaya)

197. Wulan Endah (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

198. Al Khanza (Akademi Teknologi Industri Padang)

199. Ahmad Furqon Hala (?)

200. Bayu Aji Nugroho (Universitas Negeri Semarang)

201. Hendry Yudistira (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

202. Iin Khairunisyah (Universitas Ratu Samban, Kabupaten Bengkulu Utara)

203. Aray Rayza A. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

204. Sartika Dewi (Universitas Negeri Medan)

205. Wahyudi Kaha (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

206. Ade Novita Rosseani (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

207. Nur Laila Safitri (Universitas Negeri Semarang)

208. Rizka Zerry Deffita (Universitas Andalas)

209. Harry Muhammad Hamzah (Universitas Padjajaran)

210. Ayu Puji Sri Lestari (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

211. Lelita Primadani (Universitas Diponegoro)

212. Thoni Mukarrom I.A. (Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW), Tuban)

213. Sayyidah Fakhriyatunnisa AL Khair (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

214. Ashri Ratnasari (Universitas Airlangga)

215. Dita Suwirni Maswan (Institute Teknologi Sepuluh Nopember)

216. Aksan Taqwin Embe (Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW), Tuban)

217. Kurnia Nur Latifa (Universitas Diponegoro)

218. UG’ R Nafist (Universitas Islam Madura)

219. Mardhiati (Universitas Hasanudin)

220. Dea Yolanda (Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)

221. Milaika Rizki (lulusan dari Universitas Padjadjaran, Bandung dan mengambil jurusan statistika) (Diskualifikasi)


Dan beberapa sahabat lain yang mengirimkan naskah melewati batas waktu yang kami tentukan. Maaf, kami tidak menyebutkannya satu per-satu, karena kami tidak melakukan proses unduh setelah waktu penutupan.

Terima kasih sudah berpartisipasi dalam sayembara yang kami adakan. Selamat menunggu hasil penjurian dan tetaplah berkarya.



Salam,

PANITIA SAYEMBARA CERPEN UKM BELISTRA FKIP UNTIRTA Tk. MAHASISWA se-INDONESIA 2012

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites